Minggu, 31 Januari 2016

Januari Bahagia

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Januari adalah awal pembuka tahun baru berikutnya yang sangat aku harapkan penuh dengan impian yang aku khayalkan. Seperti yang semua orang harapkan akan tahun yang baru ini, salah satunya Rika Irmayanti yang pada hari kedua di tahun baru ini mencoba menghubungi orang – orang yang dia cintai. Aku pun tidak terlepas dari salah satunya, ketika itu aku telah memutuskan untuk melupakan semua tentang dia karena satu alasan yang kuat.

Aku pun meminta dia untuk tidak lagi mengganggu aku dan semua kehidupanku lagi. Aku hanya ingin melepaskan semua belenggu yang telah dia berikan padaku. Aku pun sudah memikirkan akan rasa sakit yang bisa dia rasakan ketika ingin membangun hubungan menjadi lebih baik lagi, tetapi ternyata semua jalan telah aku tutup rapat – rapat. Hanya penolakanlah yang dia terima dariku tidak lebih dari itu.

Setelah semua kejadian itu, lambat laun aku mulai melupakan dia dan semua yang berhubungan dengan dirinya. Aku pun mulai membangun diri untuk lebih baik lagi. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai membuka hati untuk seseorang yang mungkin bisa memahami keadaanku saat ini. Namun aku belum bisa memutuskan atau tepatnya aku paling tidak bisa untuk memutuskan hal yang berhubungan dengan perasaan karena aku sendiri tidak bisa memutuskan seseorang yang bisa bersamaku kelak.

Dengan adanya kesibukan yang lain, aku pun menyadari bahwa aku telah melupakan seseorang pada bulan ini. Tidak lain dan tidak bukan dia lah yang di atas tadi. Aku pun merasa bebas setelah melepaskan semua beban itu. Kini aku mencari kebahagian yang bisa aku kejar di depan mata memandang. Aku pun baru menyadari ketika berbagi dengan teman kuliah itu lebih membuat hatiku jadi tentram dan tenang tanpa beban hati yang menghantui.

Selama kurun waktu tidak lebih dari sebulan ini, aku sudah banyak melakukan kebaikan pada orang lain. Dan aku pun mulai dekat dengan beberapa orang yang sederhana saja, tetapi hal itulah yang membuat hatiku ini menjadi lebih tenang dan damai. Jarang sekali aku merasakan kebahagian seperti ini, sampai pada akhirnya saku pun sadar bahwa saat ini aku sedang merasakan kebahagiaan.

Pada pertengahan bulan ini, aku pun bertemu dengan beberapa orang yang cukup membuat aku menjadi bersemangat untuk berkarya. Beberapa orang yang bisa menginspirasi pemikiran dan pandangan – pandangan baru. Walau semua itu tampak berlalu begitu cepat, karena pada akhir bulan ini mereka telah pergi lagi dan meninggalkan beberapa kenangan saja. Tetapi hal yang tidak pernah terlupakan adalah caranya menginspirasi pemikiran baru.

Melahirkan generasi baru untuk terus berkarya pada masa ini. Setidaknya mereka telah menggoreskan tinta emas mereka di buku harian Pondok Pesantren SA Al Istiqamah. Tak mengapalah bila mereka harus terpisah karena jalan yang belum meluruskan niat baik dalam hati. Namun jalan menuju negeri impian masih terbentang luas di samudra lautan kehidupan ini yang penuh dengan misterinya.

Selamat jalan teman, sahabat, sang penginspirasi kehidupan baru. Semoga kehidupan di negeri sebelah bisa lebih baik lagi bagimu. Kelak jika waktu masih memungkinkan untuk kita berjumpa, maka kita haruslah berjumpa dengan kebahagiaan masing – masing. Karena kehidupan kita masing – masing telah dijalani dengan penuh kekhusu’annya. Maka kitalah yang terhebat bagi diri kita masing – masing.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Januari dengan pengalaman yang aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.