Kamis, 31 Desember 2015

The Gift In December

Selamat malam sobat, kali ini aku ingin berbagi pengalaman di bulan ini.

Pada akhir tahun, tepatnya pada bulan desember ini aku mendapatkan beberapa the gift. Sejak awal bulan ini, memang aku belum bisa merasakan itu. Namun pada pertengahan bulan ini, aku mulai merasakannya. Dengan adanya kepercayaan dari pada teman – teman di perkuliahanku, membuat aku semakin percaya diri namun tetap rendah hati. Aku diminta untuk membantu mereka dalam mengatasi masalah tugas yang kurang begitu mereka pahami. Aku pun mencoba untuk berusaha membantu mereka, walau terkadang aku sendiri kurang begitu suka untuk mengerjakan suatu tugas. Tetapi dengan adanya kepercayaan yang mereka berikan kepadaku itu, membuat aku semakin bersemangat untuk mengerjakan tugas itu. Sehingga akan memudahkan mereka dan juga aku sendiri, karena dengan begitu aku akan menyelesaikan tugasku juga. Pada dasarnya, aku memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas. Tetapi ternyata, ketika aku ingin berbuat baik kepada sesama – ada saja jalan keluar dari masalahku itu. Aku sangat berterima kasih kepada Hatikah (teman kuliahku semester 3 sekarang) yang telah meminjamkan laptopnya yang kalau aku nilai ini sih masih baru. Terima kasih untuk fasilitasnya, setidaknya itu akan memperlancar peroses mengerjakan tugas yang harus segera terselesaikan itu. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadaku untuk menjaga laptop ini. Aku tidak tahu, apakah sebelumnya kamu perlah melakukan ini atau belum. Karena kebanyakan orang akan kurang percaya dengan orang lain untuk menjaga hak milik mereka. Tetapi kamu begitu peraya denganku, untuk itu – aku akan menjaga kepercayaan yang telah kamu berikan itu. Bila ku ingat kembali, tanggal 19 desember ini kamu meminjamkan laptop kepadaku sampai sejak saat artikel ini diterbitkan pun menggunakan laptop kamu. Terima kasih juga untuk teman yang lain seperti Diah Pangastuti, Ni Putu Karmayanti, Bu Risma Khairani dan teman semester 3 lainnya.

Setelah pertengahan bulan itu sudah mulai aku rasakan kehadiran the gift itu, kini di akhir bulan ini aku juga masih bisa merasakan dengan hadirnya seorang gadis yang imut nan anggun. Pada tanggal 28 desember ini, dia memperingati tanggal kelahirannya. Aku pun tidak tinggal diam, karena sejak 19 desember ini aku sudah keliling pasar minggu untuk mencari hadiah yang akan aku berikan pada hari – H perayaannya. Memanga hadiah yang aku berikan itu tidak begitu mahal, tetapi cukup berarti karena itu berharga. Semua orang menghargai waktu, begitu juga denganku. Sehingga aku yakin dia pun akan menghargainya. Untuk saat ini aku hanya bisa menggambarkan sesosok gadis itu dan belum bisa untuk menyebutkan namanya. Kalau untuk inisial mungkin bisa, yaitu MS.

Itulah beberapa the gift yang telah aku dapatkan pada bulan ini. Aku sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memudahkan segala urusanku. Dan sekian untuk bulan ini, kita tunggu cerita selanjutnya di bulan – bulan berikutnya.

Senin, 30 November 2015

November Sad

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

November adalah salah satu bulan harapanku dimana pada bulan ini hubunganku dengan seseorang yang jauh di sana sudah mulai membaik. Banyak orang bilang LDR (Long Distance Relationship) itu susah tapi menyenangkan bila pada akhirnya bisa menjalaninya. Awalnya aku belum paham apa maksud dari kata – kata itu. Sampai pada titik dimana orang yang aku sayangi biasanya berada di dekatku dan selalu bisa menatap mata indahnya yang memukau itu. Kini semua harus berganti dengan LDR itu, karena dia harus menempuh pendidikan yang lebih baik.

Saat ini dia berada di Pondok Pesantren Subulussalam di daerah Limpasu, Hulu Sungai Selatan. Sedangkan aku sendiri sekarang berada di Mantewe, Tanah Bumbu. Bila diperhatikan dari posisi tempat tinggal kami masing – masing, memiliki hubungan jarak dekat sudah tidak memungkinkan. Karena kami tidak lagi berada dalam satu kabupaten, kami sudah berbeda kabupaten. Jadi LDR lah yang memungkinkan kami untuk selalu terhubung satu sama lain.

Sejak tanggal 29 september 2015, dia telah pergi ke tempat barunya yang pada saat itu aku sendiri tidak tahu ketika dia datang ke tempatku dengan maksud untuk berpamitan. Karena ketika sampai di tempatku, dia tidak ada mengucapkan kata pamitan dan hanya bilang ingin melihat tempatku untuk mengenang saat – saat bersamaku. Aku pun tidak memiliki pemikiran bahwa pada hari itu juga dia akan pergi ke suatu tempat yang jauh di sana.

Sampai pada saat yang cukup lama, aku tidak mendapat kabar tentang dia. Dan pada tanggal 16 Oktober aku menerima pesan singkat dari dia yang ternyata dia baru memberi tahu kepadaku kalau dia sekarang sudah di pesantren sana. Ketika aku bertanya sejak kapan dia berada di sana, dia pun menjawabnya sejak terakhir kami bertemu. Itu berarti ketika dia ke tempatku saat ingin mengucapkan kata pamit namun tidak bisa dia lakukan.

Sejak saat itu, hubunganku dengan dia mulai membaik dan saling berkomunikasi lagi. Walaupun dengan waktu yang terbatas dan tertentu saja, tepatnya sejak hari kamis sore sampai hari sabtu siang. Tapi setidaknya hubungan kami bisa di jalani secara LDR. Aku pun yakin dan bisa bilang kalau orang yang bilang LDR itu susah hanyalah orang yang tidak mau mencoba.

Ternyata aku pun salah dengan pemikiran itu, karena aku belum mengalami fase – fase LDR seperti yang telah dialami oleh mereka yang mengatakan LDR itu susah. Sampai pada tanggal 21 Oktober tepatnya, fase pertama pun muncul. Aku mulai mengabaikan pesan singkat dari dia, tapi aku masih mau menghubungi dia lewat telepon dan berbicara langsung akan kesibukanku pada saat dia mengirim pesan singkat padaku yang tidak aku hiraukan itu.

24 Oktober ini pun dia 2 kali menelepon aku, tetapi pada saat itu keadaanku tidak memungkinkan. Aku sedang berada di jalan berkendara menuju ke tempat perkuliahan. Sesampainya di tempat perkuliahan, aku pun langsung melihat hp dan mengirim pesan singkat kepada dia. Karena aku sudah telat masuk perkuliahan, jadi tidak bisa berbicara langsung dengan dia. Siang ini merupakan hari terakhir dia memegang hp di pesantren sana, sehingga ketika sore ini setelah aku keluar dari perkuliahan dan menguhubungi dia pun sudah tidak memungkinkan lagi.

7 November ini pagi hari sudah disambut oleh pesan singkat dia yang dikirim kepadaku. Aku pun masih mau membalas pesan singkat itu, hanya saja aku merasakan ada yang janggal dalam hatiku. Karena aku merasa dia begitu berbeda dari waktu – waktu sebelumnya. Siang ini aku masuk perkuliahan, sehingga aku memberi tahukan kepada dia agar tidak mengganggu selama aku kuliah. Dia pun memintaku untuk memberi tahukan kalau aku sudah selesai kuliah kepada dia nanti.

Selama aku mengikuti perkuliahan, dalam otakku terus berpikir dengan kejanggalan yang terjadi sejak pagi tadi. Aku pun bertanya – tanya akan ada hal apa yang terjadi ketika selesai perkuliahan itu. Sampai pada saat itu datang, aku pun memberi tahukan kepada dia kalau aku sudah selesai mengikuti perkuliahan.

Setelah dia mengetahui kalau aku sudah santai, dia pun banyak mengirim pesan kepadaku dan berbicara banyak hal. Sampai pada saat aku membalas pesan dia dengan kata yang sedikit lebih mesra untuk di dengar hanya menggunakan kata ‘sayang’. Ternyata semuanya berubah, aku pun sadar akan kejanggalan sebelumnya. Dia langsung membalas pesanku itu dengan permintaan yang tidak biasanya, dia memintaku untuk tidak memanggilnya dengan kata – kata itu. Karena akan membuat dia dimarahi oleh pacarnya. Mengetahui akan hal itu, aku pun langsung kembali membalas pesan itu dengan permintaan untuk tidak menghubungi aku lagi.

Sejak saat itu lah dia tidak menghubungiku lagi sampai sekarang. Pada akhirnya aku pun sadar dengan apa yang dimaksud dengan LDR itu susah. Setelah semua yang telah aku lalui itu membuat aku sadar tidak mudah memang membangun hubungan dengan jarak yang sangat jauh. Perlu adanya kepercayaan di antara kedua belah pihak dan tidak saling memdustakan.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan November dengan pengalaman yang aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Selasa, 27 Oktober 2015

Ku Ucapkan Terima Kasih

بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
Alhamdulillah hirobbil ‘alamin.
          Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas berkah dan rahmat – Nya yang telah memberikan kesehatan kepada saya, sehingga pada saat ini masih bisa mengucap kalimat syukur sebagai rasa terima kasih saya atas kemurahan yang telah tercurahkan setiap hembusan nafas saya ini. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada semua yang akan saya sebutkan berikut dan kepada semua yang tidak bisa saya sebutkan namun patut mendapatkan ucapan terima kasih dari saya.
1.     Bapak Kiswo Nurodin sebagai ayah saya
2.     Ibu Sarwinah sebagai ibunda saya
3.     Ny. Jumatun Masri sebagai bidan yang membantu ibu ketika  melahirkan saya
4.     Ibu Ris Purwati sebagai guru kelas 1 dan 2 saya
5.     Bapak Rasmad sebagai guru kelas 3 dan 4 saya
6.     Bapak Harjoko sebagai guru kelas 5 saya
7.     Bapak Saokhani sebagai guru kelas 6 saya
8.     Bapak Andri Setiawan sebagai wali kelas 7 saya
9.     Ibu Tuti Kurniati sebagai wali kelas 8 saya
10. Ibu Wasiyem sebagai wali kelas 9 saya
11. Bapak Sukarto sebagai guru Bahasa Indonesia kelas 9 saya
12. Ibu Tuti Kurniati sebagai guru Bahasa Indonesia kelas 7 dan 8 saya
13. Bapak Andri Setiawan sebagai guru Bahasa Inggris kelas 7 saya
14. Bapak Sunarsun sebagai guru Bahasa Inggris kelas 8 dan 9 saya
15. Bapak Untung Sobari sebagai guru Olah raga kelas 7, 8 dan 9 saya
16. Bapak Y Triyono Endro S sebagai guru Elektronika kelas 7, 8 dan 9 saya
17. Bapak Jamingin sebagai guru IPS kelas 7 dan 9 saya
18. Bapak Yatino sebagai guru IPS kelas 8 saya
19. Bapak Sunarsun sebagai guru Seni Budaya kelas 7 dan 8 saya
20. Ibu Kuwati sebagai guru Seni Budaya kelas  9 saya
21. Bapak Mustofa sebagai guru PAI kelas 7 dan 9 saya
22. Bapak Taufiqul Habib sebagai guru PAI kelas 8 saya
23. Bapak Endang Suyanto sebagai guru IPA kelas 7 dan 8 saya
24. Bapak Eko Agus Karyono sebagai guru IPA kelas 9 saya
25. Bapak Joko Mulyana sebagai guru Pkn kelas 7 dan 8 saya
26. Ibu Wasiyem sebagai guru Pkn kelas 9 saya
27. Bapak Kasono sebagai guru Matematika kelas 7, 8 dan 9 saya
28. Bapak Dedi Idayanto sebagai guru TI dan K saya
29. Ibu Muji Kurniatiningsih sebagai wali kelas 10 saya
30. Ibu Rina Dian Partiwi sebagai wali kelas 11 saya
31. Bapak Tasum sebagai wali kelas 12 saya
32. Bapak Subandono sebagai guru Sejarah kelas 10, 11 dan 12 saya
33. Bapak Novijanto sebagai guru Olah raga kelas 10, 11 dan 12 saya
34. Bapak Tasum sebagai guru Kimia kelas 10 dan 12 saya
35. Ibu Endah Winarni sebagai guru Matematika kelas 11 saya
36. Ibu Nesti Indriasih sebagai guru Mulok(Bahasa Jawa) kelas 10, 11 dan 12 saya
37. Ibu Rina Dian Partiwi sebagai guru Kimia kelas 11 saya
38. Ibu Ipang Suhartini sebagai guru Bahasa Inggris kelas 10, 11 dan 12 saya
39. Bapak Budi Atmoko sebagai guru Fisika kelas 10, 11 dan 12 saya
40. Bapak Popo Haryanto sebagai guru PAI kelas 10, 11 dan 12 saya
41. Ibu Muji Kurniatiningsih sebagai guru BK kelas 10, 11 dan 12 saya
42. Bapak Slamet Riyanto sebagai guru Bahasa Indonesia kelas 10, 11 dan 12 saya
43. Bapak Bayu Cahyo Pribadi sebagai guru TI dan K kelas 10, 11 dan 12 saya
44. Bapak Ristam sebagai guru Matematika kelas 10, 11 dan 12 saya
45. Bapak Dede Muhktar Sidiq sebagai guru Seni Budaya kelas 10 dan 11 saya
46. Bapak Rinto Pramono sebagai guru Seni Budaya kelas 12 saya
47. Ibu Yuni sebagai guru Biologi kelas 10, 11 dan 12 saya
48. Ibu Siti Khotibah sebagai guru Conversation kelas 10, 11 dan 12 saya
49. Ibu Holiyah sebagai guru Pkn kelas 10, 11 dan 12 saya
50. Dan semua guru – guru saya sejak SD – SMA yang belum disebutkan di atas.
51. Bapak Dirwan sebagai pade saya
52. Ibu Henny Roosinariyah sebagai bude saya
53. Bapak Fariansyah sebagai paman saya
54. Ibu Herawati Rahayuningsih sebagai bibi saya
55. Dan semua keluarga yang ada di kampung halaman maupun yang ada di sini.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan atas ucapan rasa syukur kepada semua yang telah disebutkan dan yang tidak bisa disebutkan namun tetap mendapatkan ucapan rasa syukur saya lewat jalan lain. Marilah kita pererat tali persaudaraan agar tidak terjadi perpecahan antar sesama. Sekian saya ucapkan terima kasih.