Minggu, 31 Juli 2016

Laporan PPL 1 di MTs Negeri 1 Kusan Hilir

Berikut adalah hasil observasi yang telah dilakukan pada MTs Negeri 1 Kusan Hilir. Untuk mengetahui hasil observasi yang telah dilakukan, silahkan download file berikut :



1. Laporan PPL 1 Tahun 2016
2. Lampiran Laporan PPL 1 Tahun 2016

Sekian terima kasih dan semoga bermanfaat.

JULI SAAT YANG BERAT

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Juli ini adalah masa – masa terberat selama hidupku. Tak pernah aku merasakan masa – masa seperti ini sebelumnya. Kita mulai membahas awal bulan ini. Pada awal bulan ini masih memasuki bulan puasa. Dimana ada banyak sekali permasalahan yang terus mengalir bagaikan air yang keluar dari sumbernya. Sungguh, masalah terus bergulir silih berganti tiada henti bagai sang mentari yang selalu menghampiri ketika pagi nan sunyi demi menampakkan diri karena Ilahi.

Memang masalah yang sedang bergulir itu tidak berhubungan langsung denganku, tetapi sedikit banyaknya tidak lepas dari lingkunganku. Sampai pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri datang pun masih tetap berlanjut. Bahkan sampai saat ini pun masih terdengar masalah itu terus dibahas sehingga masih tetap bermunculan.

Kita geser dahulu masalah itu, berlanjut pada pembahasan berikutnya. Hari Raya pun berlalu tanpa kesan yang berarti karena rasa sudah hambar dengan permasalahan yang tak kunjung berakhir dan mempertemukan jalan keluar yang terbaik. Dua minggu setelah Hari Raya, aku masih harus masuk perkuliahan karena belum selesai pertemuan sehingga harus menguras tenaga lagi. Selesai pertemuan perkuliahan itu, hari kamisnya langsung final tes yang membuat aku semakin stres.

Bukan hal yang mudah memang ketika harus menyelesaikan tugas secara maraton. Pada akhirnya aku tidak bisa menyelesaikan dan mungkin tidak ingin menyelesaikan tugas – tugas itu. Mengingat banyak sekali hal yang sudah membuat aku stres, jadi ketika akan menyelesaikan tugas yang belum sempat terselesaikan pun menjadi hambar juga. Semuanya terasa begitu hambar dan tidak membuat aku semangat lagi.

Pikiran pun menjadi kacau balau entah harus berbuat apa lagi. Sampai pada akhirnya ketika tanggal 26 Juli, terjadi insiden yang membuat semuanya menjadi lengkap tentang hambarnya kehidupan yang aku jalani ini. Semuanya begitu berat bila harus aku pikul sendiri dan pundak ini sudah tak sanggup lagi untuk menahan beban yang semakin hari kian semakin berat saja.

Padahal aku hanya ingin menyelesaikan pendidikan yang sedang aku jalani pada saat ini, tetapi semakin tinggi tingkat yang aku lewati semakin sulit juga tantangan yang aku hadapi. Bagaimana semua ini bisa aku atasi tanpa seorang pendamping yang bisa menjadi penyemangat dalam menyelesaikannya ? Sedangkan aku di sini sendiri berdiri dengan kaki kecilku yang sangat rapuh tanpa seorang penjaga dan penasehat.

Ketika aku mengingat kembali tentang masalah yang sedang aku hadapi ini, ingin rasanya aku pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tua. Di sana aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka, hanya kabar yang bisa aku terima dari mereka. Dalam perantauan ini, aku hanya ingin menuntut ilmu dan menjadi lebih baik lagi daripada ketika di kampung dulu.

Tetapi bila keadaanku pada saat ini masih sama seperti dahulu, untuk apa aku pergi merantau jauh dari keluarga namun sikap dan tingkah laku masih tetap sama. Jelas sekali aku butuh seorang guru yang benar – benar bisa membimbingku ke jalan yang lebih baik lagi dan yang pastinya di-ridhoi-Nya.

Aku hanya tidak ingin menjadi bahan bakar di akhirat kelak hanya karena tingkah lakuku selama hidup di dunia fana ini. Sudah saatnya bagiku untuk kembali ke jalan yang di-ridhoi-Nya tetapi sangat memerlukan pertolongan dari seseorang yang benar – benar bisa menolong hidupku ini. Bukan hal yang mudah untuk memperbaiki sesuatu yang rusak memang, tetapi bukan tidak mungkin juga sesuatu itu tidak bisa diperbaiki. “AKU HANYA PERLU MENEMUKAN ORANG YANG AHLI DALAM BIDANG INI”.

Tantangannya pun tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk bisa menaklukkan tantangan itu. Dan apakah semangatku yang berkobar ini sudah padam ? Cekidot, kita lihat saja kelanjutan kisahku ini yang akan tertulis dalam pengalaman hidupku.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Juli yang terberat ini dengan pengalaman yang telah aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.