Selasa, 25 Desember 2018

Apa Artiku?

Selamat pagi sobat, kembali lagi bersama aku Setyo Untung untuk berbagi sedikit pengalaman selama menghilang :) beberapa saat yang lalu.

Langsung saja kalian saksikan video di bawah:
Dalam video ini, aku sedang mencari arti yang mungkin bisa aku temukan. Dapatkah aku menemukannya?

Rabu, 08 November 2017

M1L4D PENUH CINTA

Tanpa terasa sudah 1 tahun aku mengiringi perjalanan hidup kamu yang penuh warna. Masa indah yang tak pernah terlupakan ketika pertama memandang kamu kala itu saat duduk bersama berbagi cerita. Sejak saat itu pula lah aku memutuskan untuk membulatkan tekad agar tetap istiqamah menjalin hubungan dengan kamu. Bukan hal yang mudah untuk menjalaninya, tetapi aku lakukan dengan penuh kesabaran. Berbagai rintangan telah aku lewati namun aku tetap bersabar dan bertahan hanya untuk kamu. Kini setelah sekian lama aku bersabar, pada akhirnya mulai merasakan buah dari kesabaran itu.

Selamat memperingati tanggal kelahiran kamu. Semoga dengan peringatan ini, kelak kamu akan lebih dewasa lagi. Dan kita akan menjalani hidup dengan penuh makna. Saling percaya adalah kunci kita. Teruntuk seseorang yang aku sayangi selalu.
#SESAK_1199
#09_11_2017
#Milad_14
#ELOS

Selasa, 22 Agustus 2017

FITRI MARLINA SARI

Fitri Marlina Sari (Sari)

kutuliskan kenangan tentang
caraku menemukan dirimu
tentang apa yang membuatku mudah
berikan hatiku padamu

takkan habis sejuta lagu
untuk memceritakan cantikmu
kan teramat panjang puisi
'tuk menyuratkan cinta ini

telah habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu

aku pernah berpikir tentang
hidupku tanpa ada dirimu
dapatkah lebih indah dari
yang kujalani sampai kini

aku selalu bermimpi tentang
indah hari tua bersamamu
tetap cantik rambut panjangmu
meskipun nanti tak hitam lagi

bila habis sudah waktu ini
tak lagi berpijak pada dunia
telah aku habiskan
sisa hidupku hanya untukkmu

dan telah habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu

untukkmu
hidup dan matiku

bila musim berganti
sampai waktu terhenti
walau dunia membenci
ku kan tetap disini

bila habis sudah waktu ini
tak lagi berpijak pada dunia
telah aku habiskan
sisa hidupku hanya untukkmu

bila habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu

karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu


Begitulah gambaran tentang Fitri Marlina Sari yang aku tuliskan setiap hembusan napasku ini.
Untuk bisa melihat lebih lengkap tentang siapa sebenarnya Fitri Marlina Sari dalam hidupku, silahkan kamu inbox ke email ssetyou@gmail.com

Minggu, 31 Juli 2016

Laporan PPL 1 di MTs Negeri 1 Kusan Hilir

Berikut adalah hasil observasi yang telah dilakukan pada MTs Negeri 1 Kusan Hilir. Untuk mengetahui hasil observasi yang telah dilakukan, silahkan download file berikut :



1. Laporan PPL 1 Tahun 2016
2. Lampiran Laporan PPL 1 Tahun 2016

Sekian terima kasih dan semoga bermanfaat.

JULI SAAT YANG BERAT

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Juli ini adalah masa – masa terberat selama hidupku. Tak pernah aku merasakan masa – masa seperti ini sebelumnya. Kita mulai membahas awal bulan ini. Pada awal bulan ini masih memasuki bulan puasa. Dimana ada banyak sekali permasalahan yang terus mengalir bagaikan air yang keluar dari sumbernya. Sungguh, masalah terus bergulir silih berganti tiada henti bagai sang mentari yang selalu menghampiri ketika pagi nan sunyi demi menampakkan diri karena Ilahi.

Memang masalah yang sedang bergulir itu tidak berhubungan langsung denganku, tetapi sedikit banyaknya tidak lepas dari lingkunganku. Sampai pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri datang pun masih tetap berlanjut. Bahkan sampai saat ini pun masih terdengar masalah itu terus dibahas sehingga masih tetap bermunculan.

Kita geser dahulu masalah itu, berlanjut pada pembahasan berikutnya. Hari Raya pun berlalu tanpa kesan yang berarti karena rasa sudah hambar dengan permasalahan yang tak kunjung berakhir dan mempertemukan jalan keluar yang terbaik. Dua minggu setelah Hari Raya, aku masih harus masuk perkuliahan karena belum selesai pertemuan sehingga harus menguras tenaga lagi. Selesai pertemuan perkuliahan itu, hari kamisnya langsung final tes yang membuat aku semakin stres.

Bukan hal yang mudah memang ketika harus menyelesaikan tugas secara maraton. Pada akhirnya aku tidak bisa menyelesaikan dan mungkin tidak ingin menyelesaikan tugas – tugas itu. Mengingat banyak sekali hal yang sudah membuat aku stres, jadi ketika akan menyelesaikan tugas yang belum sempat terselesaikan pun menjadi hambar juga. Semuanya terasa begitu hambar dan tidak membuat aku semangat lagi.

Pikiran pun menjadi kacau balau entah harus berbuat apa lagi. Sampai pada akhirnya ketika tanggal 26 Juli, terjadi insiden yang membuat semuanya menjadi lengkap tentang hambarnya kehidupan yang aku jalani ini. Semuanya begitu berat bila harus aku pikul sendiri dan pundak ini sudah tak sanggup lagi untuk menahan beban yang semakin hari kian semakin berat saja.

Padahal aku hanya ingin menyelesaikan pendidikan yang sedang aku jalani pada saat ini, tetapi semakin tinggi tingkat yang aku lewati semakin sulit juga tantangan yang aku hadapi. Bagaimana semua ini bisa aku atasi tanpa seorang pendamping yang bisa menjadi penyemangat dalam menyelesaikannya ? Sedangkan aku di sini sendiri berdiri dengan kaki kecilku yang sangat rapuh tanpa seorang penjaga dan penasehat.

Ketika aku mengingat kembali tentang masalah yang sedang aku hadapi ini, ingin rasanya aku pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tua. Di sana aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka, hanya kabar yang bisa aku terima dari mereka. Dalam perantauan ini, aku hanya ingin menuntut ilmu dan menjadi lebih baik lagi daripada ketika di kampung dulu.

Tetapi bila keadaanku pada saat ini masih sama seperti dahulu, untuk apa aku pergi merantau jauh dari keluarga namun sikap dan tingkah laku masih tetap sama. Jelas sekali aku butuh seorang guru yang benar – benar bisa membimbingku ke jalan yang lebih baik lagi dan yang pastinya di-ridhoi-Nya.

Aku hanya tidak ingin menjadi bahan bakar di akhirat kelak hanya karena tingkah lakuku selama hidup di dunia fana ini. Sudah saatnya bagiku untuk kembali ke jalan yang di-ridhoi-Nya tetapi sangat memerlukan pertolongan dari seseorang yang benar – benar bisa menolong hidupku ini. Bukan hal yang mudah untuk memperbaiki sesuatu yang rusak memang, tetapi bukan tidak mungkin juga sesuatu itu tidak bisa diperbaiki. “AKU HANYA PERLU MENEMUKAN ORANG YANG AHLI DALAM BIDANG INI”.

Tantangannya pun tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk bisa menaklukkan tantangan itu. Dan apakah semangatku yang berkobar ini sudah padam ? Cekidot, kita lihat saja kelanjutan kisahku ini yang akan tertulis dalam pengalaman hidupku.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Juli yang terberat ini dengan pengalaman yang telah aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Kamis, 30 Juni 2016

Suka Duka Bulan Puasaku

Selamat malam Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Kita semua tahu kalau di bulan ini begitu banyak sekali berkah yang mengalir di setiap sudut negeri ini. Mengingat bulan ini adalah bulan penuh berkah, kalian semua sudah tentu tahukan, ada apa di bulan ini ? Yap, benar sekali bulan ini adalah bulan Ramadhan jadi selamat menyantap makanan setelah siang hari tadi sudah bergelut dengan hawa nafsu. Hahaha . . . ga nyambung banget deh. Ok, mari kita bahas pengalaman di bulan juni ini.

Tanpa terasa kita sudah berpuasa selama 25 hari sejak tanggal 6 Juni awal umat islam di seluruh Indonesia menjalankan ibadah puasa. Hayo siapa yang sudah bolong puasanya, ngaku ? Aku sendiri sudah 2 hari bolong hehe . . . coz dapat insiden sih jadi bolong deh puasaku. Tapi ga apa, ayo kawan kita masih punya waktu 5 hari lagi sebelum bulan yang penuh berkah ini pindah ke tahun depan (semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi). Mari kita tuntaskan semuanya sampai akhirnya kita akan menikmati hari raya bersama.

Kalau aku roll back lagi di bulan ini mungkin akan sedikit mengecewakan sih bagiku, tapi juga semagai semangat di bulan depan deh. Awal bulan ini tepatnya tanggal 2 adalah kegiatan KSM yang berlangsung di MAN 1 TANAH BUMBU. Aku berangkat bersama dengan anak buah yang akan mengikuti kegiatan ini dan Pimpinan juga yang mengantarkan. Dalam kegiatan yang dimulai sekitar jam 10 waktu setempat dengan durasi 2 jam, anak buah bergelut dengan berbagai soal yang diujikan. Selesai sekitar jam 12 siang kemudian makan siang sembari menunggu hasil ujian yang telah dilakukan tadi. Memasuki jam 14 siang, panitia mengumumkan hasil ujian itu selama 30 menit. Dan inilah yang aku bilang sedikit mengecewakan tadi, dari hasil ujian ternyata anak buahku tidak ada yang masuk daftar anak juara dari ketiga bidang yang diikuti mereka masing – masing. Sungguh kenyataan yang pahit bukan kawan? Tapi kalau aku lihat kembali tentu alasan yang kuat pun mengikuti tanpa terkecuali. Karena aku hanya mempersiapkan mereka selama 3 hari sebelum ujian ini dilakukan. Tentu bukan hal yang ringan jika kalian bayangkan apalagi lakukan bukan kawan?

Tapi di sinilah letak kenikmatan yang aku rasakan, karena tanpa aku sadari telah belajar untuk berjuang sekaligus menerima dengan hasil yang belum memuaskan itu. Motivasi tinggi pun bermunculan dalam diriku ini, maka aku pun berniat untuk mensukseskan anak buakku pada tahun depan lagi. Bagaimanapun persiapan adalah yang paling utama dalam hal ini kawan, untuk itu pada tahun depan aku harus mempersiapkan anak buah lebih ekstra lagi agar dapat meraih kebanggaan bagi mereka karena bisa juara dalam perlombaan yang diikutinya.

3 hari setelah kegiatan KSM itu berlalu, kini memasuki hari pembagian raport yang selanjutnya libur selama 3 hari dari hari itu. Maka hari pertama puasa berada di rumah karena libur awal bulan ramadhan ini. Setelah libur awal ramadhan berlalu,, kini masuk kembali untuk kegiatan selama bulan puasa. Kegiatan yang  biasa dilakukan adalah tadarus Al Qur’an yang berlangsung selama 12 hari. Kegiatan pun berjalan lancar hingga sampai pada hari terakhir berada di pesantren yaitu tanggal 19 yang pada siang hari setelah sholat dzuhur semuanya pada pulang ke rumah masing – masing. Ada yang berjalan kaki termasuk MS dan RH serta sebagian menunggu dijemput oleh orang tuanya.

Di sinilah salah satu kenangan yang tak ingin aku lupakan. Ada yang tahu kenapa, kawan? Karena pada hari ini aku telah menulis surat kepada MW yang hampir saja tidak dapat aku berikan padanya. Mengingat mamanya yang berada di depan pintu masuk sehingga sulit bagiku untuk langsung berhadapan dengan MW. Untung saja dia tidak langsung masuk ke mobil dan pulang. Karena pada saat itu, tempat yang bisa aku jangkau adalah jendela, jadi surat itu aku letakkan di jendela dengan harapan ketika nanti MW keluar dari kamar langsung bisa aku panggil dan memberikannya. Tetapi ternyata siasat itu gagal, karena aku tidak bisa memanggil dia ketika keluar dari kamarnya. Surat pun masih berada di jendela itu, sedangkan dia sedang menuju mobil untuk meletakkan barang bawaan.

Inilah kesempatan yang tidak datang dua kali, ketika dia telah meletakkan barang bawaannya hal yang aku pikir dia akan langsung masuk ke mobil ternyata tidak. Dia berbalik ke arah belakang kamar untuk mengambil sesuatu yang masih tertinggal. Karena dia melewati jendela tempat aku meletakkan surat tadi maka tidak aku sia siakan kesempatan emas ini. Aku pun langsung menunjuk ke arah surat itu berada ketika dia telah dekat dengan jendela. Respon dia pun cepat karena dia langsung mengambil dan melipatnya kemudian langsung menyimpanya dalam sakunya. Akhirnya surat pun telah padanya sehingga hati pun lega karena telah tersampaikan apa yang menjadikan keinginanku itu.

Setelah hari terakhir itu aku bertemu dengan MW, sampai sekarang aku belum dapat kabar apapun dari dia dan juga belum bertemu lagi. Rasa kangen dalam hatiku pun mulai bermunculan dan berharap segera bertemu lagi untuk melepaskan rindu yang mulai membunuhku ini. Selama menunggu kepastian tentang dia yang tak juga ada kabarnya, aku pun melakukan perjalanan pendek dengan survei ke rumah MS. Tepatnya pada hari senin kemarin tanggal 27 sambil menikmati mencekamnya malam hari dalam perjalanan yang aku tempuh setelah selesai makan sahur.

Berangkat bermodalkan sepeda onthel dan sebuah senter di tangan, aku pun berangkat ke Mantawakan Mulia dengan agenda mengunjungi MS bila ada. Jalan yang aku lewati untuk berangkat adalah desa Buluh Rejo atau sering disebut blok C2. Sesampainya di kilometer 37 aku dihadapkan dengan jalanan yang berlumpur dan kondisi sekitar gelap karena hutan belantara dengan rumah warga sangat terbatas. Dengan penuh keyakinan tetap melanjutkan dengan rintangan yang dihadapi ini. 4 kilometer jalanan berlupur terlewati sampai dekat turunan menuju rumah MS ternyata aku sudah dihadang dengan sebuah tronton yang mengalami kecelakaan karena roda belakangnya masuk dalam gubangan yang sangat dalam sehingga badan mobil menghalangi hampir seluruh jalan dengan tubuh mobil yang miring ke arah kiri bisa saja lebih dari 300. Hal ini memaksa aku harus turun dari sepeda onthel dan mencari jalan di sisi kanan tronton yang masih terbuka walau sangat sempit. Aku pun harus berjalan di atas lumpur demi bisa melewati jalan yang ditutup oleh badan mobil ini.

Inilah yang aku lakukan mengingat tempat yang aku tuju sudah dekat sehingga aku pun melanjutkan dengan berjalan kaki. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan dengan tidak adanya lampu yang menyala disetiap rumah yang ada di sekitar rumah MS. Sebuah pertanyaan yang terbesit dalam pikirku apakah listrik belum sampai ke desa ini ? Aku hanya bisa mendapati sebuah lampu menyala di rumah MS, itu pun seperti pada bagian belakang saja mungkin di dapur. Selain itu, aku tidak menemukan lampu lain yang menyala baik di mushola yang baru maupun yang lama bahkan di rumah – rumah warga lainnya. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang sekali dengan keadaan di desaku.

Setelah aku mengetahui semua kondisi di rumah atau bahkan desa MS ini, aku pun beranjak untuk kembali ke rumah. Lagi – lagi aku harus melewati jalanan sempit yang dibuat oleh tronton yang terperosok dalam gubangan yang berada di tengah jalan itu. Setelah aku melewati tronton itu belum cukup jauh, tiba – tiba aku mendengar suara hewan yang sepertinya marah di sekitar pohon sawit di sebelah kanan jalan. Aku pun bertanya – tanya hewan apakah itu dan aku tidak berani untuk menyinari dengan senter yang aku bawa. Aku pun hanya bertanya – tanya dalam hati apakah itu kucing, kera atau bahkan harimau? Aku tidak tahu jawabannya sehingga aku memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Setelah sampai di kilometer 37, aku pun memilih lewat jalan blok B2 tepatnya desa Dukuh Rejo. Aku keluar dari jalanan berlumpur yang tentu masih meninggalkan sisa dari perjalanan itu sendiri yaitu berlumpur. Sesampainya di jembatan pertama memasuki kebun sawit, aku pun berhenti untuk membersihkan sisa perjalanan berlumpur itu. Aku turun ke bawah jembatan mengingat aliran air yang tidak begitu deras, sehingga aku bisa membersihkan diri di bawah jembatan itu besarta sepeda onthel ku tentunya. Selesai membersihkan diri, aku pun melanjutkan perjalanan pulang dan sampai di rumah sekitar jam 8 pagi dengan sepeda serta tubuh yang sudah terhindar dari lumpur jalanan kilometer 33.


Jadi begitulah sobat suka duka di bulam Juni ini yang sekaligus pembelajaran yang sangat berharga karena tidak semua orang bisa dan mau untuk melakukan apa yang aku lakukan hanya demi sebuah kenikmatan batin yang didambakan. Kita tunggu keseruan, kesedihan, kebahagiaan dan lainnya dari kisah – kisahku di bulan mendatang. Semoga bermanfaat dan selamat menantikan santap sahur . . .

Selasa, 31 Mei 2016

Mengejar Impian

Selamat malam Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Dalam bulan Mei ini ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan olehku. Mulai dari mempersiapkan masalah akreditasi sekolah sampai pada persiapan ulangan akhir. Kini semua itu telah aku lewati satu demi satu sampai pada titik dimana aku masih harus mempersiapkan anak didikku untuk menghadapi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dalam dua hari terakhir ini aku cukup menghadapi berbagai rintangan yang itu tidaklah mudah. Tetapi setidaknya aku masih bisa menghadapi semua itu. Tidak peduli dengan apa yang menghadang namun tetap pada tujuan untuk terus mengejar mimpi ini lah yang membuat aku terus bersemangat dan berjuang demi kemajuan anak didikku dan membangun generasi penerus bangsa yang benar - benar siap dalam menghadapi era global kelak.

Semua usaha yang bisa aku lakukan akan aku dedikasikan pada anak didikku yang sungguh hebat. Karena keberanian yang tertanam pada diri mereka sungguh sangat mengagumkan tanpa adanya rasa takut dan padam semangatnya karena ketakutan itu. Sangat sulit mencari generasi - generasi semacam ini. Hanya orang - orang yang terbaik sajalah yang bisa melahirkan generasi semacam ini. 

Aku sungguh berharap setidaknnya salah satu dari ketiga anak didikku dapat tembus ke tingkat Provinsi sehingga dapat mengharumkan nama pesantren kami. Semua usaha yang aku lakukan ini hanya demi majunya pesantren ini. Kini tinggal menghitung hari untuk menentukan apakah harapanku itu benar - benar bisa terwujud.

Ingin tahu kisahnya, sobat ? Maka kalian tunggu di kiriman bulan depan. Apakah aku akan berhasil ataukah aku masih harus mengumpulkan semua tenaga untuk menumbuhkan rasa optimis yang lebih tinggi lagi. Mari kita tunggu saja kabar berikutnya.

Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Mei dengan pengalaman yang aku lalui.
Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca.

Minggu, 01 Mei 2016

SYARHIL QUR'AN KECAMATAN MANTEWE

MTQ Ke-XIII Kecamatan Mantewe

Juara I Syarhil Qur'an Putra
Dengan tema Membangun Generasi Qur'ani Yang Maju Dan Amanah

Download videonya di sini

Juara I Syarhil Qur'an Putri
Dengan tema Kepemimpinan Rasulullah SAW Teladan Membangun Masyarakat Madani

Download videonya di sini

April Mendesak

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman pada bulan ini.

April adalah bulan dimana aku mempunyai beberapa agenda yang besar yaitu kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I). 18 s.d. 23 April 2016 tepatnya minggu keempat bulan ini aku telah melakukan kegiatan observasi yang di tempatkan pada MTsN 1 Kusan Hilir. Setidaknya aku telah melewati masa-masa observasi itu. Dengan beberapa teman observasi, kami melakukan kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Pada akhirnya kami dapat menyelesaikan kegiatan tersebut dan langkah selanjutnya melakukan penyusunan laporan hasil observasi ini. Di samping itu, aku masih memiliki tanggung jawab lain yang harus segera diselesaikan. Aku harus segera melengkapi perangkat pembelajaran untuk keperluan akreditasi. Hal ini yang mendesak kinerja ku harus selalu ditingkatkan terus menerus.

Tak banyak yang bisa aku ceritakan pada kesempatan ini.

Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan April dengan pengalaman yang aku lalui.
Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.