Selamat malam Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit
pengalaman di bulan ini.
Kita semua tahu kalau di bulan ini begitu banyak sekali
berkah yang mengalir di setiap sudut negeri ini. Mengingat bulan ini adalah
bulan penuh berkah, kalian semua sudah tentu tahukan, ada apa di bulan ini ?
Yap, benar sekali bulan ini adalah bulan Ramadhan jadi selamat menyantap
makanan setelah siang hari tadi sudah bergelut dengan hawa nafsu. Hahaha . . .
ga nyambung banget deh. Ok, mari kita bahas pengalaman di bulan juni ini.
Tanpa terasa kita sudah berpuasa selama 25 hari sejak
tanggal 6 Juni awal umat islam di seluruh Indonesia menjalankan ibadah puasa. Hayo
siapa yang sudah bolong puasanya,
ngaku ? Aku sendiri sudah 2 hari bolong
hehe . . . coz dapat insiden sih jadi bolong
deh puasaku. Tapi ga apa, ayo kawan kita masih punya waktu 5 hari lagi sebelum
bulan yang penuh berkah ini pindah ke tahun depan (semoga masih diberi
kesempatan untuk bertemu lagi). Mari kita tuntaskan semuanya sampai akhirnya
kita akan menikmati hari raya bersama.
Kalau aku roll back
lagi di bulan ini mungkin akan sedikit mengecewakan sih bagiku, tapi juga
semagai semangat di bulan depan deh. Awal bulan ini tepatnya tanggal 2 adalah
kegiatan KSM yang berlangsung di MAN 1 TANAH BUMBU. Aku berangkat bersama
dengan anak buah yang akan mengikuti kegiatan ini dan Pimpinan juga yang
mengantarkan. Dalam kegiatan yang dimulai sekitar jam 10 waktu setempat dengan
durasi 2 jam, anak buah bergelut dengan berbagai soal yang diujikan. Selesai sekitar
jam 12 siang kemudian makan siang sembari menunggu hasil ujian yang telah
dilakukan tadi. Memasuki jam 14 siang, panitia mengumumkan hasil ujian itu
selama 30 menit. Dan inilah yang aku bilang sedikit mengecewakan tadi, dari
hasil ujian ternyata anak buahku tidak ada yang masuk daftar anak juara dari
ketiga bidang yang diikuti mereka masing – masing. Sungguh kenyataan yang pahit
bukan kawan? Tapi kalau aku lihat kembali tentu alasan yang kuat pun mengikuti
tanpa terkecuali. Karena aku hanya mempersiapkan mereka selama 3 hari sebelum
ujian ini dilakukan. Tentu bukan hal yang ringan jika kalian bayangkan apalagi
lakukan bukan kawan?
Tapi di sinilah letak kenikmatan yang aku rasakan, karena
tanpa aku sadari telah belajar untuk berjuang sekaligus menerima dengan hasil
yang belum memuaskan itu. Motivasi tinggi pun bermunculan dalam diriku ini,
maka aku pun berniat untuk mensukseskan anak buakku pada tahun depan lagi. Bagaimanapun
persiapan adalah yang paling utama dalam hal ini kawan, untuk itu pada tahun
depan aku harus mempersiapkan anak buah lebih ekstra lagi agar dapat meraih
kebanggaan bagi mereka karena bisa juara dalam perlombaan yang diikutinya.
3 hari setelah kegiatan KSM itu berlalu, kini memasuki hari
pembagian raport yang selanjutnya libur selama 3 hari dari hari itu. Maka hari
pertama puasa berada di rumah karena libur awal bulan ramadhan ini. Setelah libur
awal ramadhan berlalu,, kini masuk kembali untuk kegiatan selama bulan puasa. Kegiatan
yang biasa dilakukan adalah tadarus Al
Qur’an yang berlangsung selama 12 hari. Kegiatan pun berjalan lancar hingga
sampai pada hari terakhir berada di pesantren yaitu tanggal 19 yang pada siang
hari setelah sholat dzuhur semuanya pada pulang ke rumah masing – masing. Ada yang
berjalan kaki termasuk MS dan RH serta sebagian menunggu dijemput oleh orang
tuanya.
Di sinilah salah satu kenangan yang tak ingin aku lupakan. Ada
yang tahu kenapa, kawan? Karena pada hari ini aku telah menulis surat kepada MW
yang hampir saja tidak dapat aku berikan padanya. Mengingat mamanya yang berada
di depan pintu masuk sehingga sulit bagiku untuk langsung berhadapan dengan MW.
Untung saja dia tidak langsung masuk ke mobil dan pulang. Karena pada saat itu,
tempat yang bisa aku jangkau adalah jendela, jadi surat itu aku letakkan di
jendela dengan harapan ketika nanti MW keluar dari kamar langsung bisa aku
panggil dan memberikannya. Tetapi ternyata siasat itu gagal, karena aku tidak
bisa memanggil dia ketika keluar dari kamarnya. Surat pun masih berada di
jendela itu, sedangkan dia sedang menuju mobil untuk meletakkan barang bawaan.
Setelah hari terakhir itu aku bertemu dengan MW, sampai
sekarang aku belum dapat kabar apapun dari dia dan juga belum bertemu lagi. Rasa
kangen dalam hatiku pun mulai bermunculan dan berharap segera bertemu lagi
untuk melepaskan rindu yang mulai membunuhku ini. Selama menunggu kepastian
tentang dia yang tak juga ada kabarnya, aku pun melakukan perjalanan pendek
dengan survei ke rumah MS. Tepatnya pada
hari senin kemarin tanggal 27 sambil menikmati mencekamnya malam hari dalam
perjalanan yang aku tempuh setelah selesai makan sahur.
Berangkat bermodalkan sepeda onthel dan sebuah senter di tangan, aku pun berangkat ke Mantawakan
Mulia dengan agenda mengunjungi MS bila ada. Jalan yang aku lewati untuk
berangkat adalah desa Buluh Rejo atau sering disebut blok C2. Sesampainya di
kilometer 37 aku dihadapkan dengan jalanan yang berlumpur dan kondisi sekitar
gelap karena hutan belantara dengan rumah warga sangat terbatas. Dengan penuh
keyakinan tetap melanjutkan dengan rintangan yang dihadapi ini. 4 kilometer
jalanan berlupur terlewati sampai dekat turunan menuju rumah MS ternyata aku
sudah dihadang dengan sebuah tronton yang mengalami kecelakaan karena roda
belakangnya masuk dalam gubangan yang sangat dalam sehingga badan mobil
menghalangi hampir seluruh jalan dengan tubuh mobil yang miring ke arah kiri
bisa saja lebih dari 300. Hal ini memaksa aku harus turun dari
sepeda onthel dan mencari jalan di
sisi kanan tronton yang masih terbuka walau sangat sempit. Aku pun harus
berjalan di atas lumpur demi bisa melewati jalan yang ditutup oleh badan mobil
ini.
Inilah yang aku lakukan mengingat tempat yang aku tuju sudah
dekat sehingga aku pun melanjutkan dengan berjalan kaki. Sungguh sebuah fakta
yang mengejutkan dengan tidak adanya lampu yang menyala disetiap rumah yang ada
di sekitar rumah MS. Sebuah pertanyaan yang terbesit dalam pikirku apakah
listrik belum sampai ke desa ini ? Aku hanya bisa mendapati sebuah lampu
menyala di rumah MS, itu pun seperti pada bagian belakang saja mungkin di
dapur. Selain itu, aku tidak menemukan lampu lain yang menyala baik di mushola
yang baru maupun yang lama bahkan di rumah – rumah warga lainnya. Sungguh sebuah
pemandangan yang sangat bertolak belakang sekali dengan keadaan di desaku.
Setelah aku mengetahui semua kondisi di rumah atau bahkan
desa MS ini, aku pun beranjak untuk kembali ke rumah. Lagi – lagi aku harus
melewati jalanan sempit yang dibuat oleh tronton yang terperosok dalam gubangan
yang berada di tengah jalan itu. Setelah aku melewati tronton itu belum cukup
jauh, tiba – tiba aku mendengar suara hewan yang sepertinya marah di sekitar
pohon sawit di sebelah kanan jalan. Aku pun bertanya – tanya hewan apakah itu
dan aku tidak berani untuk menyinari dengan senter yang aku bawa. Aku pun hanya
bertanya – tanya dalam hati apakah itu kucing, kera atau bahkan harimau? Aku tidak
tahu jawabannya sehingga aku memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Setelah sampai di kilometer 37, aku pun memilih lewat jalan
blok B2 tepatnya desa Dukuh Rejo. Aku keluar dari jalanan berlumpur yang tentu
masih meninggalkan sisa dari perjalanan itu sendiri yaitu berlumpur. Sesampainya
di jembatan pertama memasuki kebun sawit, aku pun berhenti untuk membersihkan
sisa perjalanan berlumpur itu. Aku turun ke bawah jembatan mengingat aliran air
yang tidak begitu deras, sehingga aku bisa membersihkan diri di bawah jembatan
itu besarta sepeda onthel ku
tentunya. Selesai membersihkan diri, aku pun melanjutkan perjalanan pulang dan
sampai di rumah sekitar jam 8 pagi dengan sepeda serta tubuh yang sudah terhindar
dari lumpur jalanan kilometer 33.
Jadi begitulah sobat suka duka di bulam Juni ini yang
sekaligus pembelajaran yang sangat berharga karena tidak semua orang bisa dan
mau untuk melakukan apa yang aku lakukan hanya demi sebuah kenikmatan batin
yang didambakan. Kita tunggu keseruan, kesedihan, kebahagiaan dan lainnya dari kisah
– kisahku di bulan mendatang. Semoga bermanfaat dan selamat menantikan santap
sahur . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan bijak.
Terima kasih.