Minggu, 31 Juli 2016

Laporan PPL 1 di MTs Negeri 1 Kusan Hilir

Berikut adalah hasil observasi yang telah dilakukan pada MTs Negeri 1 Kusan Hilir. Untuk mengetahui hasil observasi yang telah dilakukan, silahkan download file berikut :



1. Laporan PPL 1 Tahun 2016
2. Lampiran Laporan PPL 1 Tahun 2016

Sekian terima kasih dan semoga bermanfaat.

JULI SAAT YANG BERAT

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Juli ini adalah masa – masa terberat selama hidupku. Tak pernah aku merasakan masa – masa seperti ini sebelumnya. Kita mulai membahas awal bulan ini. Pada awal bulan ini masih memasuki bulan puasa. Dimana ada banyak sekali permasalahan yang terus mengalir bagaikan air yang keluar dari sumbernya. Sungguh, masalah terus bergulir silih berganti tiada henti bagai sang mentari yang selalu menghampiri ketika pagi nan sunyi demi menampakkan diri karena Ilahi.

Memang masalah yang sedang bergulir itu tidak berhubungan langsung denganku, tetapi sedikit banyaknya tidak lepas dari lingkunganku. Sampai pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri datang pun masih tetap berlanjut. Bahkan sampai saat ini pun masih terdengar masalah itu terus dibahas sehingga masih tetap bermunculan.

Kita geser dahulu masalah itu, berlanjut pada pembahasan berikutnya. Hari Raya pun berlalu tanpa kesan yang berarti karena rasa sudah hambar dengan permasalahan yang tak kunjung berakhir dan mempertemukan jalan keluar yang terbaik. Dua minggu setelah Hari Raya, aku masih harus masuk perkuliahan karena belum selesai pertemuan sehingga harus menguras tenaga lagi. Selesai pertemuan perkuliahan itu, hari kamisnya langsung final tes yang membuat aku semakin stres.

Bukan hal yang mudah memang ketika harus menyelesaikan tugas secara maraton. Pada akhirnya aku tidak bisa menyelesaikan dan mungkin tidak ingin menyelesaikan tugas – tugas itu. Mengingat banyak sekali hal yang sudah membuat aku stres, jadi ketika akan menyelesaikan tugas yang belum sempat terselesaikan pun menjadi hambar juga. Semuanya terasa begitu hambar dan tidak membuat aku semangat lagi.

Pikiran pun menjadi kacau balau entah harus berbuat apa lagi. Sampai pada akhirnya ketika tanggal 26 Juli, terjadi insiden yang membuat semuanya menjadi lengkap tentang hambarnya kehidupan yang aku jalani ini. Semuanya begitu berat bila harus aku pikul sendiri dan pundak ini sudah tak sanggup lagi untuk menahan beban yang semakin hari kian semakin berat saja.

Padahal aku hanya ingin menyelesaikan pendidikan yang sedang aku jalani pada saat ini, tetapi semakin tinggi tingkat yang aku lewati semakin sulit juga tantangan yang aku hadapi. Bagaimana semua ini bisa aku atasi tanpa seorang pendamping yang bisa menjadi penyemangat dalam menyelesaikannya ? Sedangkan aku di sini sendiri berdiri dengan kaki kecilku yang sangat rapuh tanpa seorang penjaga dan penasehat.

Ketika aku mengingat kembali tentang masalah yang sedang aku hadapi ini, ingin rasanya aku pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tua. Di sana aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka, hanya kabar yang bisa aku terima dari mereka. Dalam perantauan ini, aku hanya ingin menuntut ilmu dan menjadi lebih baik lagi daripada ketika di kampung dulu.

Tetapi bila keadaanku pada saat ini masih sama seperti dahulu, untuk apa aku pergi merantau jauh dari keluarga namun sikap dan tingkah laku masih tetap sama. Jelas sekali aku butuh seorang guru yang benar – benar bisa membimbingku ke jalan yang lebih baik lagi dan yang pastinya di-ridhoi-Nya.

Aku hanya tidak ingin menjadi bahan bakar di akhirat kelak hanya karena tingkah lakuku selama hidup di dunia fana ini. Sudah saatnya bagiku untuk kembali ke jalan yang di-ridhoi-Nya tetapi sangat memerlukan pertolongan dari seseorang yang benar – benar bisa menolong hidupku ini. Bukan hal yang mudah untuk memperbaiki sesuatu yang rusak memang, tetapi bukan tidak mungkin juga sesuatu itu tidak bisa diperbaiki. “AKU HANYA PERLU MENEMUKAN ORANG YANG AHLI DALAM BIDANG INI”.

Tantangannya pun tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk bisa menaklukkan tantangan itu. Dan apakah semangatku yang berkobar ini sudah padam ? Cekidot, kita lihat saja kelanjutan kisahku ini yang akan tertulis dalam pengalaman hidupku.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Juli yang terberat ini dengan pengalaman yang telah aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Kamis, 30 Juni 2016

Suka Duka Bulan Puasaku

Selamat malam Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Kita semua tahu kalau di bulan ini begitu banyak sekali berkah yang mengalir di setiap sudut negeri ini. Mengingat bulan ini adalah bulan penuh berkah, kalian semua sudah tentu tahukan, ada apa di bulan ini ? Yap, benar sekali bulan ini adalah bulan Ramadhan jadi selamat menyantap makanan setelah siang hari tadi sudah bergelut dengan hawa nafsu. Hahaha . . . ga nyambung banget deh. Ok, mari kita bahas pengalaman di bulan juni ini.

Tanpa terasa kita sudah berpuasa selama 25 hari sejak tanggal 6 Juni awal umat islam di seluruh Indonesia menjalankan ibadah puasa. Hayo siapa yang sudah bolong puasanya, ngaku ? Aku sendiri sudah 2 hari bolong hehe . . . coz dapat insiden sih jadi bolong deh puasaku. Tapi ga apa, ayo kawan kita masih punya waktu 5 hari lagi sebelum bulan yang penuh berkah ini pindah ke tahun depan (semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi). Mari kita tuntaskan semuanya sampai akhirnya kita akan menikmati hari raya bersama.

Kalau aku roll back lagi di bulan ini mungkin akan sedikit mengecewakan sih bagiku, tapi juga semagai semangat di bulan depan deh. Awal bulan ini tepatnya tanggal 2 adalah kegiatan KSM yang berlangsung di MAN 1 TANAH BUMBU. Aku berangkat bersama dengan anak buah yang akan mengikuti kegiatan ini dan Pimpinan juga yang mengantarkan. Dalam kegiatan yang dimulai sekitar jam 10 waktu setempat dengan durasi 2 jam, anak buah bergelut dengan berbagai soal yang diujikan. Selesai sekitar jam 12 siang kemudian makan siang sembari menunggu hasil ujian yang telah dilakukan tadi. Memasuki jam 14 siang, panitia mengumumkan hasil ujian itu selama 30 menit. Dan inilah yang aku bilang sedikit mengecewakan tadi, dari hasil ujian ternyata anak buahku tidak ada yang masuk daftar anak juara dari ketiga bidang yang diikuti mereka masing – masing. Sungguh kenyataan yang pahit bukan kawan? Tapi kalau aku lihat kembali tentu alasan yang kuat pun mengikuti tanpa terkecuali. Karena aku hanya mempersiapkan mereka selama 3 hari sebelum ujian ini dilakukan. Tentu bukan hal yang ringan jika kalian bayangkan apalagi lakukan bukan kawan?

Tapi di sinilah letak kenikmatan yang aku rasakan, karena tanpa aku sadari telah belajar untuk berjuang sekaligus menerima dengan hasil yang belum memuaskan itu. Motivasi tinggi pun bermunculan dalam diriku ini, maka aku pun berniat untuk mensukseskan anak buakku pada tahun depan lagi. Bagaimanapun persiapan adalah yang paling utama dalam hal ini kawan, untuk itu pada tahun depan aku harus mempersiapkan anak buah lebih ekstra lagi agar dapat meraih kebanggaan bagi mereka karena bisa juara dalam perlombaan yang diikutinya.

3 hari setelah kegiatan KSM itu berlalu, kini memasuki hari pembagian raport yang selanjutnya libur selama 3 hari dari hari itu. Maka hari pertama puasa berada di rumah karena libur awal bulan ramadhan ini. Setelah libur awal ramadhan berlalu,, kini masuk kembali untuk kegiatan selama bulan puasa. Kegiatan yang  biasa dilakukan adalah tadarus Al Qur’an yang berlangsung selama 12 hari. Kegiatan pun berjalan lancar hingga sampai pada hari terakhir berada di pesantren yaitu tanggal 19 yang pada siang hari setelah sholat dzuhur semuanya pada pulang ke rumah masing – masing. Ada yang berjalan kaki termasuk MS dan RH serta sebagian menunggu dijemput oleh orang tuanya.

Di sinilah salah satu kenangan yang tak ingin aku lupakan. Ada yang tahu kenapa, kawan? Karena pada hari ini aku telah menulis surat kepada MW yang hampir saja tidak dapat aku berikan padanya. Mengingat mamanya yang berada di depan pintu masuk sehingga sulit bagiku untuk langsung berhadapan dengan MW. Untung saja dia tidak langsung masuk ke mobil dan pulang. Karena pada saat itu, tempat yang bisa aku jangkau adalah jendela, jadi surat itu aku letakkan di jendela dengan harapan ketika nanti MW keluar dari kamar langsung bisa aku panggil dan memberikannya. Tetapi ternyata siasat itu gagal, karena aku tidak bisa memanggil dia ketika keluar dari kamarnya. Surat pun masih berada di jendela itu, sedangkan dia sedang menuju mobil untuk meletakkan barang bawaan.

Inilah kesempatan yang tidak datang dua kali, ketika dia telah meletakkan barang bawaannya hal yang aku pikir dia akan langsung masuk ke mobil ternyata tidak. Dia berbalik ke arah belakang kamar untuk mengambil sesuatu yang masih tertinggal. Karena dia melewati jendela tempat aku meletakkan surat tadi maka tidak aku sia siakan kesempatan emas ini. Aku pun langsung menunjuk ke arah surat itu berada ketika dia telah dekat dengan jendela. Respon dia pun cepat karena dia langsung mengambil dan melipatnya kemudian langsung menyimpanya dalam sakunya. Akhirnya surat pun telah padanya sehingga hati pun lega karena telah tersampaikan apa yang menjadikan keinginanku itu.

Setelah hari terakhir itu aku bertemu dengan MW, sampai sekarang aku belum dapat kabar apapun dari dia dan juga belum bertemu lagi. Rasa kangen dalam hatiku pun mulai bermunculan dan berharap segera bertemu lagi untuk melepaskan rindu yang mulai membunuhku ini. Selama menunggu kepastian tentang dia yang tak juga ada kabarnya, aku pun melakukan perjalanan pendek dengan survei ke rumah MS. Tepatnya pada hari senin kemarin tanggal 27 sambil menikmati mencekamnya malam hari dalam perjalanan yang aku tempuh setelah selesai makan sahur.

Berangkat bermodalkan sepeda onthel dan sebuah senter di tangan, aku pun berangkat ke Mantawakan Mulia dengan agenda mengunjungi MS bila ada. Jalan yang aku lewati untuk berangkat adalah desa Buluh Rejo atau sering disebut blok C2. Sesampainya di kilometer 37 aku dihadapkan dengan jalanan yang berlumpur dan kondisi sekitar gelap karena hutan belantara dengan rumah warga sangat terbatas. Dengan penuh keyakinan tetap melanjutkan dengan rintangan yang dihadapi ini. 4 kilometer jalanan berlupur terlewati sampai dekat turunan menuju rumah MS ternyata aku sudah dihadang dengan sebuah tronton yang mengalami kecelakaan karena roda belakangnya masuk dalam gubangan yang sangat dalam sehingga badan mobil menghalangi hampir seluruh jalan dengan tubuh mobil yang miring ke arah kiri bisa saja lebih dari 300. Hal ini memaksa aku harus turun dari sepeda onthel dan mencari jalan di sisi kanan tronton yang masih terbuka walau sangat sempit. Aku pun harus berjalan di atas lumpur demi bisa melewati jalan yang ditutup oleh badan mobil ini.

Inilah yang aku lakukan mengingat tempat yang aku tuju sudah dekat sehingga aku pun melanjutkan dengan berjalan kaki. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan dengan tidak adanya lampu yang menyala disetiap rumah yang ada di sekitar rumah MS. Sebuah pertanyaan yang terbesit dalam pikirku apakah listrik belum sampai ke desa ini ? Aku hanya bisa mendapati sebuah lampu menyala di rumah MS, itu pun seperti pada bagian belakang saja mungkin di dapur. Selain itu, aku tidak menemukan lampu lain yang menyala baik di mushola yang baru maupun yang lama bahkan di rumah – rumah warga lainnya. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang sekali dengan keadaan di desaku.

Setelah aku mengetahui semua kondisi di rumah atau bahkan desa MS ini, aku pun beranjak untuk kembali ke rumah. Lagi – lagi aku harus melewati jalanan sempit yang dibuat oleh tronton yang terperosok dalam gubangan yang berada di tengah jalan itu. Setelah aku melewati tronton itu belum cukup jauh, tiba – tiba aku mendengar suara hewan yang sepertinya marah di sekitar pohon sawit di sebelah kanan jalan. Aku pun bertanya – tanya hewan apakah itu dan aku tidak berani untuk menyinari dengan senter yang aku bawa. Aku pun hanya bertanya – tanya dalam hati apakah itu kucing, kera atau bahkan harimau? Aku tidak tahu jawabannya sehingga aku memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Setelah sampai di kilometer 37, aku pun memilih lewat jalan blok B2 tepatnya desa Dukuh Rejo. Aku keluar dari jalanan berlumpur yang tentu masih meninggalkan sisa dari perjalanan itu sendiri yaitu berlumpur. Sesampainya di jembatan pertama memasuki kebun sawit, aku pun berhenti untuk membersihkan sisa perjalanan berlumpur itu. Aku turun ke bawah jembatan mengingat aliran air yang tidak begitu deras, sehingga aku bisa membersihkan diri di bawah jembatan itu besarta sepeda onthel ku tentunya. Selesai membersihkan diri, aku pun melanjutkan perjalanan pulang dan sampai di rumah sekitar jam 8 pagi dengan sepeda serta tubuh yang sudah terhindar dari lumpur jalanan kilometer 33.


Jadi begitulah sobat suka duka di bulam Juni ini yang sekaligus pembelajaran yang sangat berharga karena tidak semua orang bisa dan mau untuk melakukan apa yang aku lakukan hanya demi sebuah kenikmatan batin yang didambakan. Kita tunggu keseruan, kesedihan, kebahagiaan dan lainnya dari kisah – kisahku di bulan mendatang. Semoga bermanfaat dan selamat menantikan santap sahur . . .

Selasa, 31 Mei 2016

Mengejar Impian

Selamat malam Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Dalam bulan Mei ini ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan olehku. Mulai dari mempersiapkan masalah akreditasi sekolah sampai pada persiapan ulangan akhir. Kini semua itu telah aku lewati satu demi satu sampai pada titik dimana aku masih harus mempersiapkan anak didikku untuk menghadapi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dalam dua hari terakhir ini aku cukup menghadapi berbagai rintangan yang itu tidaklah mudah. Tetapi setidaknya aku masih bisa menghadapi semua itu. Tidak peduli dengan apa yang menghadang namun tetap pada tujuan untuk terus mengejar mimpi ini lah yang membuat aku terus bersemangat dan berjuang demi kemajuan anak didikku dan membangun generasi penerus bangsa yang benar - benar siap dalam menghadapi era global kelak.

Semua usaha yang bisa aku lakukan akan aku dedikasikan pada anak didikku yang sungguh hebat. Karena keberanian yang tertanam pada diri mereka sungguh sangat mengagumkan tanpa adanya rasa takut dan padam semangatnya karena ketakutan itu. Sangat sulit mencari generasi - generasi semacam ini. Hanya orang - orang yang terbaik sajalah yang bisa melahirkan generasi semacam ini. 

Aku sungguh berharap setidaknnya salah satu dari ketiga anak didikku dapat tembus ke tingkat Provinsi sehingga dapat mengharumkan nama pesantren kami. Semua usaha yang aku lakukan ini hanya demi majunya pesantren ini. Kini tinggal menghitung hari untuk menentukan apakah harapanku itu benar - benar bisa terwujud.

Ingin tahu kisahnya, sobat ? Maka kalian tunggu di kiriman bulan depan. Apakah aku akan berhasil ataukah aku masih harus mengumpulkan semua tenaga untuk menumbuhkan rasa optimis yang lebih tinggi lagi. Mari kita tunggu saja kabar berikutnya.

Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Mei dengan pengalaman yang aku lalui.
Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca.

Minggu, 01 Mei 2016

SYARHIL QUR'AN KECAMATAN MANTEWE

MTQ Ke-XIII Kecamatan Mantewe

Juara I Syarhil Qur'an Putra
Dengan tema Membangun Generasi Qur'ani Yang Maju Dan Amanah

Download videonya di sini

Juara I Syarhil Qur'an Putri
Dengan tema Kepemimpinan Rasulullah SAW Teladan Membangun Masyarakat Madani

Download videonya di sini

April Mendesak

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman pada bulan ini.

April adalah bulan dimana aku mempunyai beberapa agenda yang besar yaitu kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I). 18 s.d. 23 April 2016 tepatnya minggu keempat bulan ini aku telah melakukan kegiatan observasi yang di tempatkan pada MTsN 1 Kusan Hilir. Setidaknya aku telah melewati masa-masa observasi itu. Dengan beberapa teman observasi, kami melakukan kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Pada akhirnya kami dapat menyelesaikan kegiatan tersebut dan langkah selanjutnya melakukan penyusunan laporan hasil observasi ini. Di samping itu, aku masih memiliki tanggung jawab lain yang harus segera diselesaikan. Aku harus segera melengkapi perangkat pembelajaran untuk keperluan akreditasi. Hal ini yang mendesak kinerja ku harus selalu ditingkatkan terus menerus.

Tak banyak yang bisa aku ceritakan pada kesempatan ini.

Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan April dengan pengalaman yang aku lalui.
Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Selasa, 19 April 2016

Aplikasi Silsilah Keluarga

Keluarga merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam kehidupan kita. Dengan adanya keluarga, kita bisa berbagi suka maupun duka. Saling menguatkan yang lemah dan mendukung satu sama lain. Untuk itu, kenalilah keluarga anda dengan Aplikasi Silsilah Keluarga berikut. Download di sini

Struktur Organisasi Tata Usaha MTs N 1 Kusan Hilir

Download Struktur Organisasi Tata Usaha MTs N 1 Kusan Hilir di sini

Sabtu, 02 April 2016

SUATU KESIBUKAN

Selamat sore Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman pada dua bulan terakhir ini.

Pebruari adalah bulan dimana ada banyak sekali kesibukan yang aku lakukan. Memang pada bulan ini kegiatan di perkuliahan sedang libur. Tetapi aku masih punya banyak sekali pekerjaan rumah di instansi yang belum terselesaikan. Terlebih lagi, pada instansi kami akan diadakan Akreditasi sehingga semua komponen yang terkait harus bekerjasama untuk mewujudkan semua itu.

Hal inilah yang membuat aku tidak begitu fokus pada kiriman di bulan kedua ini. Di awal bulan ini aku sudah berencana untuk mempersiapkan beberapa kado ulang tahun. Namun karena kondisi yang mendesak, membuat aku harus mempersiapkan apa adanya saja. Sebuah kado yang sangat sederhana saja yang bisa aku berikan kepada seseorang pada tanggal 6 Pebruari ini. Satu kado telah aku berikan kepada orang yang berulang tahun pada saat itu. Dan aku berencana membuat kado kedua untuk seseorang yang lain dan begitu spesial.

Tetapi ketika waktu itu datang, aku harus pergi untuk mengisi KRS di perkuliahan sehingga aku tidak sempat memberikan kado itu. Aku pun berangkat ke Banjarmasin untuk melengkapi administrasi di perkuliahan ku. Dalam perjalanan berangkat ke sana, aku harus berjuang karena teman yang tidak konsisten dengan ucapannya. Aku pun berangkat sendiri karena sudah tidak memungkinkan untuk berangkat bersama dengan rombongan temanku yang lain.

Berangkat dengan sejumlah uang, akhirnya aku pun sampai di tempat tujuan. Walaupun harus mengeluarkan uang lebih untuk sampai ke tempat tujuan sana. Tetapi setidaknya aku sampai dengan selamat dan hanya tertipu sejumlah uang saja. Aku pun menganggap itu sebagai sebuah sedekah untuk tabungan di akhirat kelak.

Kegiatan di Banjarmasin selesai, aku pun meminta kepada pihak pengelola untuk ikut ketika pulang nanti. Dan aku diberikan kelonggaran untuk ikut bersama rombongan. Setidaknya satu masalah dapat aku atasi, karena bisa pulang tidak sendiri lagi seperti waktu berangkatnya. Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya aku sampai di tempat pemberhentian bus yang artinya aku tidak bisa lagi untuk perjalanan dengan rombongan.

Setelah bus rombongan sampai di terminal, kini aku harus memutuskan bagaimana cara ku untuk pulang ke rumah. Karena jarak tempuh yang masih jauh, sedangkan aku sampai di terminal itu ketika tengah malam tepatnya jam 11.30 WITA. Menggunakan angkutan umum lainnya sudah tidak memungkinkan lagi bagiku untuk pulang. Karena di tengah malam seperti ini sudah pasti tidak akan ada angkutan umum lainnya bukan, Sobat ?

Memang pada waktu itu, ada juga teman satu semester yang turun di terminal dan dia dijemput oleh orang tuanya dengan mobil. Tetapi karena kapasitas mobil yang sudah penuh ditambah lagi penumpangnya semua perempuan, jadi tidak memungkinkan untuk ku ikut mereka bukan, Sobat ? Hal yang memungkinkan bagiku adalah aku harus berjalan setidaknya sampai di tempat persinggahan untuk beristirahat menjelang pagi hari esok.

Akhirnya aku pun berjalan sekitar kurang lebih 5 km. Setelah aku melewati semua perjalanan itu, kini aku harus memutuskan untuk istirahat dimana. Sambil melanjutkan berjalan, aku berpikir dan terus berpikir. Dalam hatiku bertanya "memang adakah orang yang mau berjuang di waktu dini hari sekitar jam 02.00 WITA seperti ini melakukan perjalanan hanya untuk bisa pulang ke rumah selain aku ?"

Dan di dalam perjalanan yang penuh tanda tanya itu, aku menemukan sebuah tempat yang mungkin cocok untuk aku beristirahat. Di samping sebuah salon dan terlihat seperti tempat orang menjual buah - buahan, aku menemukan sebuah sofa yang tidak terlihat seperti sofa lagi. Namun itu mungkin hal terbaik yang bisa aku temukan di tengah malam seperti ini. Setidaknya tempat itu yang akan membuatku terlelap nanti sampai menunggu pagi hari.

Ketika pagi itu datang, aku pun bergegas untuk memberikan kabar kepada instansi bahwa aku tidak bisa masuk dikarenakan masih di perjalanan. Kemudian aku menghubungi jasa transportasi yang menuju ke arah rumahku. Aku pun masih harus berjuang, karena jasa yang aku pakai itu tidak begitu cepat untuk segera mengantar ku sampai ke tujuan. Aku masih harus bersabar menunggu semua keperluan jasa itu memenuhi pesanan.

Akhirnya semua sudah dibereskan dan waktunya bagiku untuk melakukan perjalanan pulang. Setelah melewati perjalanan, aku pun sampai di rumah sekitar jam 14.00 WITA. Dan inilah akhir dari semua perjuangan ku tepat di hari terakhir bulan Pebruari ini.


Maret adalah bulan yang sibuk dalam kegiatan ku. Karena di bulan ini, aku dituntut untuk segera menyelesaikan pelaporan yang menjadi tanggung jawabku. Aku pun mendapat teguran keras karena bukan suatu kesalahan yang aku lakukan. Tetapi karena memang pada waktu itu, ada banyak sekali kesibukan sehingga membuat pelaporan yang seharusnya sudah disampaikan masih harus tertunda sampai pada pertengahan bulan. Yang artinya pada waktu itu, pelaporan sudah tidak bisa diterima.

Namun dengan penuh kemurahan hati, pelaporan pun diterima walau harus menerima teguran yang pedas dan tegas. Pada akhirnya itu membangkitkan semangat yang artinya ketika pelaporan mendatang harus menjadi instansi pertama yang menyelesaikan pelaporan itu. Motivasi pun muncul dalam diri dan merasa tidak pantas untuk mendapatkan teguran itu. Dan itu akan aku buktikan di kemudian hari ketika waktu itu datang untuk pembuktian kesungguhan ku.

Setelah teguran itu aku tinggalkan, kini aku masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah instansi ku dalam mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan Akreditasi nanti. Aku pun didesak untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabku. Dengan penuh perhitungan, aku pun merumuskan untuk mempekerjakan anak buah ku. Yang artinya aku harus menanggung risiko kinerja anak buah nantinya.

Kepada anak buah, aku memberikan batas waktu untuk menyelesaikannya di akhir bulan ini. Dan ketika waktu itu datang, aku pun sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Aku memberikannya sejumlah uang untuk mengganti tinta yang digunakan dalam menulis semua materi yang aku perlukan. Dan pada awalnya dia menolak dengan alasan hanya membantu pekerjaanku. Aku pun memaksakan untuk menerimanya, karena dia pantas untuk mendapatkan itu.

Setelah dia mau menerima itu dan mengucapkan terima kasih, aku pun juga mengucapkan terima kasih karena pekerjaanku sudah dibantu olehnya. Di samping itu, aku juga menyukai dia sehingga bisa menjadi satu alasan bagiku untuk dekat padanya. Namun sungguh disayangkan, ada sisi lain yang merasa tidak diperhatikan olehku. Apalah daya ku, memang aku menyukai keduanya tetapi kembali lagi kepada akal sehat ku bahwa aku tidak bisa memiliki keduanya.

Jadi, itulah kesibukan yang aku hadapi pada dua bulan terakhir ini sehingga tidak bisa update tepat pada waktunya. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Minggu, 31 Januari 2016

Januari Bahagia

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

Januari adalah awal pembuka tahun baru berikutnya yang sangat aku harapkan penuh dengan impian yang aku khayalkan. Seperti yang semua orang harapkan akan tahun yang baru ini, salah satunya Rika Irmayanti yang pada hari kedua di tahun baru ini mencoba menghubungi orang – orang yang dia cintai. Aku pun tidak terlepas dari salah satunya, ketika itu aku telah memutuskan untuk melupakan semua tentang dia karena satu alasan yang kuat.

Aku pun meminta dia untuk tidak lagi mengganggu aku dan semua kehidupanku lagi. Aku hanya ingin melepaskan semua belenggu yang telah dia berikan padaku. Aku pun sudah memikirkan akan rasa sakit yang bisa dia rasakan ketika ingin membangun hubungan menjadi lebih baik lagi, tetapi ternyata semua jalan telah aku tutup rapat – rapat. Hanya penolakanlah yang dia terima dariku tidak lebih dari itu.

Setelah semua kejadian itu, lambat laun aku mulai melupakan dia dan semua yang berhubungan dengan dirinya. Aku pun mulai membangun diri untuk lebih baik lagi. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai membuka hati untuk seseorang yang mungkin bisa memahami keadaanku saat ini. Namun aku belum bisa memutuskan atau tepatnya aku paling tidak bisa untuk memutuskan hal yang berhubungan dengan perasaan karena aku sendiri tidak bisa memutuskan seseorang yang bisa bersamaku kelak.

Dengan adanya kesibukan yang lain, aku pun menyadari bahwa aku telah melupakan seseorang pada bulan ini. Tidak lain dan tidak bukan dia lah yang di atas tadi. Aku pun merasa bebas setelah melepaskan semua beban itu. Kini aku mencari kebahagian yang bisa aku kejar di depan mata memandang. Aku pun baru menyadari ketika berbagi dengan teman kuliah itu lebih membuat hatiku jadi tentram dan tenang tanpa beban hati yang menghantui.

Selama kurun waktu tidak lebih dari sebulan ini, aku sudah banyak melakukan kebaikan pada orang lain. Dan aku pun mulai dekat dengan beberapa orang yang sederhana saja, tetapi hal itulah yang membuat hatiku ini menjadi lebih tenang dan damai. Jarang sekali aku merasakan kebahagian seperti ini, sampai pada akhirnya saku pun sadar bahwa saat ini aku sedang merasakan kebahagiaan.

Pada pertengahan bulan ini, aku pun bertemu dengan beberapa orang yang cukup membuat aku menjadi bersemangat untuk berkarya. Beberapa orang yang bisa menginspirasi pemikiran dan pandangan – pandangan baru. Walau semua itu tampak berlalu begitu cepat, karena pada akhir bulan ini mereka telah pergi lagi dan meninggalkan beberapa kenangan saja. Tetapi hal yang tidak pernah terlupakan adalah caranya menginspirasi pemikiran baru.

Melahirkan generasi baru untuk terus berkarya pada masa ini. Setidaknya mereka telah menggoreskan tinta emas mereka di buku harian Pondok Pesantren SA Al Istiqamah. Tak mengapalah bila mereka harus terpisah karena jalan yang belum meluruskan niat baik dalam hati. Namun jalan menuju negeri impian masih terbentang luas di samudra lautan kehidupan ini yang penuh dengan misterinya.

Selamat jalan teman, sahabat, sang penginspirasi kehidupan baru. Semoga kehidupan di negeri sebelah bisa lebih baik lagi bagimu. Kelak jika waktu masih memungkinkan untuk kita berjumpa, maka kita haruslah berjumpa dengan kebahagiaan masing – masing. Karena kehidupan kita masing – masing telah dijalani dengan penuh kekhusu’annya. Maka kitalah yang terhebat bagi diri kita masing – masing.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Januari dengan pengalaman yang aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.