Selamat pagi Sobat,
kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.
Juli ini adalah
masa – masa terberat selama hidupku. Tak pernah aku merasakan masa – masa seperti
ini sebelumnya. Kita mulai membahas awal bulan ini. Pada awal bulan ini masih
memasuki bulan puasa. Dimana ada banyak sekali permasalahan yang terus mengalir
bagaikan air yang keluar dari sumbernya. Sungguh, masalah terus bergulir silih
berganti tiada henti bagai sang mentari yang selalu menghampiri ketika pagi nan
sunyi demi menampakkan diri karena Ilahi.
Memang masalah
yang sedang bergulir itu tidak berhubungan langsung denganku, tetapi sedikit
banyaknya tidak lepas dari lingkunganku. Sampai pada saat menjelang Hari Raya
Idul Fitri datang pun masih tetap berlanjut. Bahkan sampai saat ini pun masih
terdengar masalah itu terus dibahas sehingga masih tetap bermunculan.
Kita geser
dahulu masalah itu, berlanjut pada pembahasan berikutnya. Hari Raya pun berlalu
tanpa kesan yang berarti karena rasa sudah hambar dengan permasalahan yang tak
kunjung berakhir dan mempertemukan jalan keluar yang terbaik. Dua minggu
setelah Hari Raya, aku masih harus masuk perkuliahan karena belum selesai
pertemuan sehingga harus menguras tenaga lagi. Selesai pertemuan perkuliahan
itu, hari kamisnya langsung final tes yang membuat aku semakin stres.
Bukan hal yang
mudah memang ketika harus menyelesaikan tugas secara maraton. Pada akhirnya aku
tidak bisa menyelesaikan dan mungkin tidak ingin menyelesaikan tugas – tugas itu.
Mengingat banyak sekali hal yang sudah membuat aku stres, jadi ketika akan menyelesaikan tugas yang belum sempat
terselesaikan pun menjadi hambar juga. Semuanya terasa begitu hambar dan tidak
membuat aku semangat lagi.
Pikiran pun
menjadi kacau balau entah harus berbuat apa lagi. Sampai pada akhirnya ketika
tanggal 26 Juli, terjadi insiden yang membuat semuanya menjadi lengkap tentang
hambarnya kehidupan yang aku jalani ini. Semuanya begitu berat bila harus aku
pikul sendiri dan pundak ini sudah tak sanggup lagi untuk menahan beban yang
semakin hari kian semakin berat saja.
Padahal aku
hanya ingin menyelesaikan pendidikan yang sedang aku jalani pada saat ini,
tetapi semakin tinggi tingkat yang aku lewati semakin sulit juga tantangan yang
aku hadapi. Bagaimana semua ini bisa aku atasi tanpa seorang pendamping yang
bisa menjadi penyemangat dalam menyelesaikannya ? Sedangkan aku di sini sendiri
berdiri dengan kaki kecilku yang sangat rapuh tanpa seorang penjaga dan
penasehat.
Ketika aku
mengingat kembali tentang masalah yang sedang aku hadapi ini, ingin rasanya aku
pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tua. Di sana aku sudah lama
sekali tidak bertemu dengan mereka, hanya kabar yang bisa aku terima dari
mereka. Dalam perantauan ini, aku hanya ingin menuntut ilmu dan menjadi lebih
baik lagi daripada ketika di kampung dulu.
Tetapi bila
keadaanku pada saat ini masih sama seperti dahulu, untuk apa aku pergi merantau
jauh dari keluarga namun sikap dan tingkah laku masih tetap sama. Jelas sekali
aku butuh seorang guru yang benar – benar bisa membimbingku ke jalan yang lebih
baik lagi dan yang pastinya di-ridhoi-Nya.
Aku hanya tidak
ingin menjadi bahan bakar di akhirat kelak hanya karena tingkah lakuku selama
hidup di dunia fana ini. Sudah saatnya bagiku untuk kembali ke jalan yang
di-ridhoi-Nya tetapi sangat memerlukan pertolongan dari seseorang yang benar –
benar bisa menolong hidupku ini. Bukan hal yang mudah untuk memperbaiki sesuatu
yang rusak memang, tetapi bukan tidak mungkin juga sesuatu itu tidak bisa
diperbaiki. “AKU HANYA PERLU MENEMUKAN
ORANG YANG AHLI DALAM BIDANG INI”.
Tantangannya pun
tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Hanya perlu berusaha
lebih keras lagi untuk bisa menaklukkan tantangan itu. Dan apakah semangatku
yang berkobar ini sudah padam ? Cekidot, kita lihat saja kelanjutan kisahku ini
yang akan tertulis dalam pengalaman hidupku.
Jadi, sekian
dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan Juli yang terberat ini dengan
pengalaman yang telah aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi
yang telah membaca artikel ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan bijak.
Terima kasih.