Senin, 30 November 2015

November Sad

Selamat pagi Sobat, kali ini aku ingin berbagi sedikit pengalaman di bulan ini.

November adalah salah satu bulan harapanku dimana pada bulan ini hubunganku dengan seseorang yang jauh di sana sudah mulai membaik. Banyak orang bilang LDR (Long Distance Relationship) itu susah tapi menyenangkan bila pada akhirnya bisa menjalaninya. Awalnya aku belum paham apa maksud dari kata – kata itu. Sampai pada titik dimana orang yang aku sayangi biasanya berada di dekatku dan selalu bisa menatap mata indahnya yang memukau itu. Kini semua harus berganti dengan LDR itu, karena dia harus menempuh pendidikan yang lebih baik.

Saat ini dia berada di Pondok Pesantren Subulussalam di daerah Limpasu, Hulu Sungai Selatan. Sedangkan aku sendiri sekarang berada di Mantewe, Tanah Bumbu. Bila diperhatikan dari posisi tempat tinggal kami masing – masing, memiliki hubungan jarak dekat sudah tidak memungkinkan. Karena kami tidak lagi berada dalam satu kabupaten, kami sudah berbeda kabupaten. Jadi LDR lah yang memungkinkan kami untuk selalu terhubung satu sama lain.

Sejak tanggal 29 september 2015, dia telah pergi ke tempat barunya yang pada saat itu aku sendiri tidak tahu ketika dia datang ke tempatku dengan maksud untuk berpamitan. Karena ketika sampai di tempatku, dia tidak ada mengucapkan kata pamitan dan hanya bilang ingin melihat tempatku untuk mengenang saat – saat bersamaku. Aku pun tidak memiliki pemikiran bahwa pada hari itu juga dia akan pergi ke suatu tempat yang jauh di sana.

Sampai pada saat yang cukup lama, aku tidak mendapat kabar tentang dia. Dan pada tanggal 16 Oktober aku menerima pesan singkat dari dia yang ternyata dia baru memberi tahu kepadaku kalau dia sekarang sudah di pesantren sana. Ketika aku bertanya sejak kapan dia berada di sana, dia pun menjawabnya sejak terakhir kami bertemu. Itu berarti ketika dia ke tempatku saat ingin mengucapkan kata pamit namun tidak bisa dia lakukan.

Sejak saat itu, hubunganku dengan dia mulai membaik dan saling berkomunikasi lagi. Walaupun dengan waktu yang terbatas dan tertentu saja, tepatnya sejak hari kamis sore sampai hari sabtu siang. Tapi setidaknya hubungan kami bisa di jalani secara LDR. Aku pun yakin dan bisa bilang kalau orang yang bilang LDR itu susah hanyalah orang yang tidak mau mencoba.

Ternyata aku pun salah dengan pemikiran itu, karena aku belum mengalami fase – fase LDR seperti yang telah dialami oleh mereka yang mengatakan LDR itu susah. Sampai pada tanggal 21 Oktober tepatnya, fase pertama pun muncul. Aku mulai mengabaikan pesan singkat dari dia, tapi aku masih mau menghubungi dia lewat telepon dan berbicara langsung akan kesibukanku pada saat dia mengirim pesan singkat padaku yang tidak aku hiraukan itu.

24 Oktober ini pun dia 2 kali menelepon aku, tetapi pada saat itu keadaanku tidak memungkinkan. Aku sedang berada di jalan berkendara menuju ke tempat perkuliahan. Sesampainya di tempat perkuliahan, aku pun langsung melihat hp dan mengirim pesan singkat kepada dia. Karena aku sudah telat masuk perkuliahan, jadi tidak bisa berbicara langsung dengan dia. Siang ini merupakan hari terakhir dia memegang hp di pesantren sana, sehingga ketika sore ini setelah aku keluar dari perkuliahan dan menguhubungi dia pun sudah tidak memungkinkan lagi.

7 November ini pagi hari sudah disambut oleh pesan singkat dia yang dikirim kepadaku. Aku pun masih mau membalas pesan singkat itu, hanya saja aku merasakan ada yang janggal dalam hatiku. Karena aku merasa dia begitu berbeda dari waktu – waktu sebelumnya. Siang ini aku masuk perkuliahan, sehingga aku memberi tahukan kepada dia agar tidak mengganggu selama aku kuliah. Dia pun memintaku untuk memberi tahukan kalau aku sudah selesai kuliah kepada dia nanti.

Selama aku mengikuti perkuliahan, dalam otakku terus berpikir dengan kejanggalan yang terjadi sejak pagi tadi. Aku pun bertanya – tanya akan ada hal apa yang terjadi ketika selesai perkuliahan itu. Sampai pada saat itu datang, aku pun memberi tahukan kepada dia kalau aku sudah selesai mengikuti perkuliahan.

Setelah dia mengetahui kalau aku sudah santai, dia pun banyak mengirim pesan kepadaku dan berbicara banyak hal. Sampai pada saat aku membalas pesan dia dengan kata yang sedikit lebih mesra untuk di dengar hanya menggunakan kata ‘sayang’. Ternyata semuanya berubah, aku pun sadar akan kejanggalan sebelumnya. Dia langsung membalas pesanku itu dengan permintaan yang tidak biasanya, dia memintaku untuk tidak memanggilnya dengan kata – kata itu. Karena akan membuat dia dimarahi oleh pacarnya. Mengetahui akan hal itu, aku pun langsung kembali membalas pesan itu dengan permintaan untuk tidak menghubungi aku lagi.

Sejak saat itu lah dia tidak menghubungiku lagi sampai sekarang. Pada akhirnya aku pun sadar dengan apa yang dimaksud dengan LDR itu susah. Setelah semua yang telah aku lalui itu membuat aku sadar tidak mudah memang membangun hubungan dengan jarak yang sangat jauh. Perlu adanya kepercayaan di antara kedua belah pihak dan tidak saling memdustakan.


Jadi, sekian dulu sobat untuk apa yang terjadi pada bulan November dengan pengalaman yang aku lalui. Semoga bisa menjadi pelajaran bagiku dan bagi yang telah membaca artikel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan bijak.
Terima kasih.